Material Paling Keras di Bumi

Material Paling Keras di Bumi saat ini mungkin masih dipegang oleh batu mulia berlian. Berlian terbentuk secara alami jauh di bawah perut bumi kita dengan suhu dan tekanan yang sangat tinggi yang membentuk rantai karbon yang kuat.

Material Paling Keras di Bumi

Dan hal tersebut menghasilkan berlian yang sangat keras, bahkan dengan pengukuran menggunakan alat pengukur kekerasan hardness tester berlian mempunyai nilai 10 skala mohs. Nilai tersebut merupakan nilai tertinggi dalam alat tersebut.

Namun sepertinya kini berlian tidak lagi menjadi material atau benda terkeras di bumi. Para peneliti dari North Carolina State University belakangan mengumumkan telah menciptakan senyawa karbon terbaru yang dinamai Q-carbon yang menyaingi kekerasan dari berlian.

Sekilas mengenai karbon

Karbon murni yang tidak bercampur dengan unsur tambahan seperti oksigen dan unsur lainnya memiliki bentuk padat. Karbon dalam bentuk padat dibedakan menjadi dua tipe atau fase karbon, yang pertama adalah grafit dimana atom – atom karbon terletak berurutan yang membentuk suatu lembaran tipis yang pada umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan pensil. Sedangkan fase karbon kedua disusun dari kisi – kisi karbon yang kaku dan menjadi unsur pembentuk berlian.

Q-carbon yang diciptakan oleh para ilmuan tersebut merupakan fase karbon ketiga yang berhasil ditemukan. Fase karbon ketiga ini merupakan fase yang terjadi secara alami pada inti di beberapa planet, jadi itu berarti manusia tidak mungkin menemukan fase ini tanpa merekayasanya.

Q-carbon diciptakan oleh para ilmuan dengan cara meletakkan karbon amorf pada sebuah lapisan dasar dari suatu zat keras. Zat keras ini dapat berupa safir, kaca atau plastik yang kemudian sinar laser akan ditembakan pada unsur karbon amorf tersebut.

Karbon amorf

Karbon amorf merupakan salah satu alotrop karbon dengan konfigurasi tertentu dari molekul karbon. Di bumi sendiri ada 3 jenis tiga alotrop karbon yang ditemukan berlimpah yaitu grafit, berlian dan karbon amorf dimana setiap alotrop terbentuk pada kondisi yang berbeda. Sebagai contoh grafit terbentuk pada kondisi tekanan normal yang berbeda dengan berlian terbentuk pada kondisi tekanan tinggi. Karbon amorf adalah alotrop non-kristal yang bisa kita temui pada arang dan jelaga.

Hasil eksperimen

Kembali pada eksperimen dengan menembakkan sinar laser akan mengenai karbon amorf dan merubahnya menjadi struktur kristal padat yang diberi nama Q-carbon oleh para ilmuan. Struktur kristal Q-carbon yang diciptakan oleh para ilmuan memiliki ketebalan 40 hingga 500 nanometer.

Kristal ini memiliki sifat ferromagnetic atau sangat dipengaruhi medan magnet sehingga struktur Q-carbon dapat menyala ketika terekspos medan listrik. Setelah diuji tingkat kekerasannya, Q-carbon terbukti memiliki kekerasan yang jauh melampaui berlian.

Hal ini tentu menjadi penemuan baru yang mengejutkan dan dapat diaplikasikan pada berbagai aspek. Seperti halnya pada pertambangan dimana mata bor berlian tidak dapat memecahkan beberapa jenis batuan mungkin suatu saat dapat digantikan menggunakan Q-carbon.